PENGAWAS Perlu DI AWASI…!!!

Hari ini, persoalan kontestasi Demokrasi kita tidak dapat dipisahkan dari sebuah lembaga bernama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Yang awal berdirinya dilatarbelakangi akibat Krisis kepercayaan terhadap berlangsung nya pelaksanaan pemilu.

Maka, dengan hadirnya lembaga Bawaslu diharapkan mampu berkontribusi dalam tegaknya keadilan pemilu dan menjaga kepercayaan publik terhadap suksesi Pesta Demokrasi di Republik Indonesia raya tercinta ini.

Cikal bakal berdirinya Bawaslu juga berangkat dari keresahan masyarakat yang menilai banyaknya manipulasi serta kecurangan yang dilakukan oleh petugas pemilu. Diantaranya kritik tersebut juga diekspor dari politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang mendesak pemerintah untuk meningkatkan kualitas pemilu pada tahun 1982 dengan merubah Undang-undang. Dari situlah terbentuk awal Panitia Pengawas Pelaksanaan Pemilu (Panwaslak-Pemilu).

Sementara di Era Reformasi tuntutan penyelenggaraan pemilu yang bersifat mandiri semakin kuat. Maka dibentuklah Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga penyelenggara yang bersifat independen.

Lalu, Panwaslak mengalami perubahan nomenklatur menjadi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), dan melalui Undang-undang No 12 Tahun 2003, terjadi perubahan mendasar tentang kelembagaan pengawas pemilu ini.

Undang-undang tersebut juga menjelaskan terkait pelaksanaan pengawasan pemilu dibentuklah sebuah lembaga AdHoc yang terlepas dari struktur KPU. Kelembagaan pengawas pemilu diperkuat dalam Undang-undang No 22 Tahun 2007 berkenan dengan penyelenggara pemilu dan dibentuknya lembaga tetap yang kita kenal hari ini dengan sebutan “Bawaslu”.

Berdasarkan perjalanan nya, tonggak Demokrasi di Republik ini juga diembankan kepada Bawaslu untuk menjaga kesucian Demokrasi di Republik ini.

Dari serangkaian perjalanan tersebut, penulis menyatakan dan bertanya-tanya, apakah hari ini Bawaslu betul-betul sudah menjawab sebab krisis kepercayaan yang menjadi latarbelakang lahirnya lembaga pengawas pemilu itu, jika dalam pelaksanaan nya hari ini, publik mulai khawatir atau mungkin memiliki Krisis kepercayaan seperti kala itu, seperti misalnya beberapa bulan yang lalu sempat tersiar kabar di media online bahwa salah satu Oknum calon Anggota Bawaslu Lampung diduga terlibat permainan politik praktis dan dipertanyakan integritas nya, dan sosok yang dimaksudkan kini kembali menjabat.

Apakah kedepan sosok oknum pemegang kuasa atas pengawas pemilu itu dapat berkontribusi terhadap keberlangsungan Demokrasi yang sehat dan pemilu bersih serta adil dan transparan.

Apa perlu PENGAWAS di AWASI ???
Pertanyaan itu hadir, dan dirasa perlu, dan penulis menyatakan bahwa sampai hari ini masih komitmen dan konsisten mengawal dan mengawasi jalannya setiap proses tahapan pemilu termasuk Oknum pelaku pengawas pemilu. Demi menjaga stabilitas, Kondusifitas, Kemerdekaan dalam Berdemokrasi dan Keadilan dalam penyelenggaraan pemilu, khususnya di tanah Sai Bumi Rua Jurai (Lampung) ini.

Penulis : Refky Rinaldy, A.Z,. S.Sos

(Ketua DPD AWPI Provinsi Lampung)