Terindikasi Ada Kecurangan, Ratusan Mahasiswa UNILA Tuntut PEMIRA Diundur

Bandarlampung – Ratusan Mahasiswa UNILA yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Berdaulat melakukan Aksi Unjuk Rasa didepan Gedung Rektorat UNILA, mereka menyatakan sikap dan menyampaikan tuntutan agar Pemilihan Raya untuk memilih Presiden Mahasiswa (Presma) Periode tahun 2023-2024 untuk diundur, karena dinilai sarat akan kecurangan dan ketidaknetralan, Jum’at (23/12/2022).

Korlap Aksi Farhan Allyando mengatakan, pihak panitia Pemira banyak kejanggalan dan kecurangan serta ketidaknetralan dari panitia penyelenggara.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemira, Made Darma membuat surat pengunduran diri yang mana disebutkan bahwa terdapat potensi yang dapat mengancam keselamatan panitia Pemira, unsur tekanan, ancaman dan intervensi yang bersifat fisik maupun non fisik.

Dalam gelaran Aksi tersebut, Masa membawa sedikitnya 4 poin tuntutan, yakni :

1. Mengubah seluruh timeline yang sudah dilakukan oleh Panitia Pemilihan Raya sebelumnya karena tidak sesuai dengan tata administrasi yang berlaku

2. Menuntut pertanggungjawaban dari DPM Pansus Universitas Lampung terkait banyaknya kecacatan yang telah terjadi di tubuh Panitia Pemilihan Raya Universitas Lampung 

3. Menuntut Plt Rektor untuk mengeluarkan SK pembatalan Pemira dan mengambil alih proses pemira secara penuh karna WR III di anggap tidak lagi mampu menjalankan tugas

4. Menuntut Panitia Pemilihan Raya Universitas Lampung untuk diganti seluruhnya karena tidak taat pada aturan yang berlaku.