Diduga Palsukan TTD SK Pansus PEMIRA, Ratusan Mahasiswa Unila Unjuk Rasa

Bandarlampung – Ratusan mahasiswa unila melaksanakan aksi massa atas kekecewaan dalam pelaksanaan pemira Unila, Jum’at (16/12/2022).

Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa unila berdaulat tersebut, kecewa di duga atas intervensi dari oknum birokrat kampus.

Serta Terduga Pemalsuan TTD Di SK Pansus, ketua pansus mengklarifikasi setelah di tanya keabsahan dari SK tersebut yang ternyata tanda tangan sekretaris yang tertuang adalah tanda tangan palsu.

Hal ini juga diperkuat dengan keterangan sekretaris Panitia pemira yang mengaku tidak menandatangani SK tersebut, ini membuktikan bahwa Panitia Pemira.

Selaku penyelenggara pemira tidak profesional dalam segi administrasi dan pengambilan keputusan.

Adapun Poin poin tuntutan yang timses dan bakal capres-cawapres serta pendukung sampaikan kepada panitia pemira antara lain.

Menuntut panitia pemira untuk menerima berkas dengan inisial bakal capres-cawapres UDA-DJ serta mengultimatum Panitia Pemira.

Untuk menyelidiki dalang di balik pemalsuan tanda tangan SK Panitia Pemira dan di upload paling lambat pada hari Senin, 19 Desember 2022 pada pukul 09.00 WIB di laman instagram Panitia Pemira. 

Setelah penyampaian tuntutan tersebut, pihak Panitia Pemira memberi tanggapan bawasannya mereka mengakui adanya kesalahan pengeluaran SK.

Karena tidak di tandatangani secara langsung oleh sekretaris Panitia Pemira. 

Panitia Pemira juga menerima berkas bakal capres-cawapres dengan inisial UDA-DJ dengan syarat berkas tersebut telah lengkap.

Karena sudah tidak ada toleransi lagi bila berkas tersebut masih mengalami kekurangan.

Setelah di sampaikan poin-poin tuntutan kepada panitia pemira yang di sertai dengan diskusi, panitia pemira akhirnya menyepakati poin-poin tuntutan dari timses dan bakal calon capres-cawapres.

Dengan menerima berkas kelengkapan persyaratan pencalonan dan akan mengusut tuntas dalang di balik pemalsuan tanda tangan SK serta akan mengunggah Press Release terkait anggota pansus yang terbukti memalsukan tanda tangan tersebut.

“Sangat di sayangkan dalam hal kampus sebagai miniatur negara, terjadi perilaku-perilaku yang tidak melambangkan jati diri dari mahasiswa” Ujar Alfin. (Rls)