Ponpes Misbahul Munir Assuhaili Disorot, Suami Sah Hingga Warga Turut Berkomentar

Lampung Tengah – Pondok Pesantren (Ponpes) Misbahul Munir Assuhaili yang berlokasi di Desa Purwodadi, Kecamatan Bangun Rejo, Kabupaten Lampung Tengah itu tengah menjadi sorotan publik.

Pasalnya, Ponpes tersebut memiliki banyak kejanggalan dan Pro kontra dimasyarakat. Seperti pendirian Ponpes yang tidak diketahui oleh masyarakat sekitar ataupun melibatkan unsur elemen masyarakat.

Bahkan, ada kebijakannya dari pihak Ponpes Misbahul Munir Assuhaili yang mengharamkan santrinya belanja di warung sekitar pondok pesantrennya.

“Aneh memang, belum lagi sempat ada kabar sebelumnya, diduga Pengasuh Ponpes Misbahul Munir Assuhaili yang telah sah bercerai dengan suami nya itu diduga mendadak menjalin hubungan kembali, dan seolah tidak terjadi apa-apa, padahal saat ini ia sudah memiliki suami lagi, yang diketahui kini sedang berada di Bandar Lampung,” Kata salah seorang Warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya.

Sementara itu, saat awak media mengkonfirmasi kepada suami sah pengasuh Ponpes berinisial UMY itu, AMR mengatakan, sudah berupaya keras agar rumah tangganya kembali harmonis, KH. Roh (Adik UMY) malah tidak terima dan bahkan menyampaikan melalui pesan WhatsApp dengan kesan bernada ancaman untuk menghabisi saya yang saat ini sebagai iparnya yang sah,” Kata AMR di Bandarlampung.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun media melalui salah seorang Narasumber dilapangan mengatakan, pada hari Minggu Tanggal 11 kemarin, KH. Roh menggelar acara resepsi pernikahan adik bungsunya, dan terlihat yang nyambut tamu adalah mantan iparnya yang telah sah bercerai dengan Bu Nyai UMY.

“Justru suami sah um tidak terlihat sama sekali dalam acara tersebut. Kehadiran mantan iparnya ini juga diabadikan dalam status WhatsApp pribadi KH. Roh. Saat kami  menghubungi Bu nyai um tentang kehadiran mantan suaminya ini, dijawab singkat olehnya, “tidak penting bagimu untuk tau” kata dia begitu, Saat suami sah um dihubungi tentang status WhatsApp dan kehadiran mantan suami dari istrinya, juga dijawab dengan singkat olehnya, “entahlah mereka menganut aliran apa kok bisa seperti itu,” jelasnya.

Rumah tangga ayuknya KH. Roh akhir-akhir ini memang terjadi prahara yang begitu menggetarkan pondok pesantren Misbahul Munir Assuhaili dan warga sekitar. Bagaimana tidak, salah seorang pengasuhnya yang dituakan di pondok pesantren itu memberikan contoh yang tidak layak bagi para santri.

“Ini akan menjadi preseden buruk bagi tatanan masyarakat yang agamis. Seharusnya jika sudah bercerai dan sama-sama sudah menikah lagi, kenapa mereka bisa bersatu lagi saat suami sah um tidak berada di rumah dan belum pernah menceraikannya. Sehingga para ustadz dan ustadzah di pondok pesantren itu bingung melihat pemandangan aneh yang tidak sesuai dengan syariat Islam,” kata warga setempat.

Selain itu, warga setempat juga melihat UMY dan mantan suami nya itu pernah boncengan sepeda motor dan mampir ke rumah salah seorang warga. Disitu mereka menerangkan bahwa mereka sudah seperti biasa lagi, sudah beraktivitas di pondok lagi. Anehnya saat ada warga yang senang melihat mereka bersama atau rujuk, kok si tuh, mengamini. Harusnya menampik doa itu dan menerangkan bahwa mereka tidak dalam kondisi rujuk.

Diketahui, Bu nyai um yang juga menjabat sebagai kepala sekolah Mts dan tuh yang pernah menjabat sebagai ketua yayasan pondok pesantren Misbahul Munir Assuhaili sepertinya benar benar dimabuk cinta layaknya anak muda. Konon menurut suami sah um, terjadinya CLBK ini diperkirakan terjadi di Mts salah satu pondok pesantren tetangganya. Dimana setiap hari Selasa mereka sama-sama mengajar di situ. Bermula dari Bu nyai um membawa anak bungsunya, lantas mantan suaminya memberikan uang jajan kepada anaknya, dari keterangan suami sah UMY di Bandarlampung. (Red)