Sepak Bola di Pesisir Barat Butuh Perhatian, Nasib Pemain Muda Terancam

Pesisir Barat – FC Way Suluh dari Kecamatan Krui Selatan tahlukan FC Kampung Sawah dari Pesisir Tengah dengan skor 5-1dan membuat FC Way Suluh merebut tropi Juara 3. 

Sementara itu, partai puncak yang menyajikan derbi panas antara kesebelasan Armada FC Vs Mulya FC yang mana kita ketahui dua club ini masih di satu kecamatan dan satu kelurahan hanya berbeda lingkungan saja.

“Di partai final ini dipimpin wasit agus santoso, dilaga final ini yang mana mulya fc keluar sebagai pemenang dengan scor tipis 1 – 0,” kata salah seorang panitia.

Disamping itu, Ketua panitia pertandingan persahabatan tersebut mengungkapkan bahwa, semua ini terlaksana atas kerja sama seluruh wasit yang ada di pesisir barat untuk mencari pemain pemain bola yang berbakat tentunya nanti bisa menjadi kebanggaan Kabupaten Pesisir Barat.

Dalam kesempatan ini juga ketua panitia manyampaikan ada 12 club bola yang mengikuti liga persahabatan usia 12 tahun bahkan ada dua club dari kecamatan pesisir selatan dan semoga kedepan nya akan lebih banyak lagi yang ikut, dan panitia juga mengucap terima kasih kepada semua club yang sudah berpartisipasi dan memohon maaf apa bila selama liga berlangsung masih banyak kekurangan dan harus kita sama sama maklumi dengan semua keterbatasan.

“Dan pada akhir nya kami segenap panitia mengucap kan kepada mulya fc yang sudah menjadi juara 1 dalam liga persahabatan usia 12 tahun dan kepada yang belum menjadi juara kami berpesan jangan berkecil hati dan jadi kan motivasi agar kedepan nya lebih baik lagi,” ungkapnya.

Disisi lain salah satu penoton menyampai kan sangat mendukung dengan adanya kegiatan seperti ini apalagi setiap sore ada hiburan dan tontanan dan semoga kegiatan seperti ini ada perhatian dari pihak-pihak tertentu dan akan lebih baik lagi kedepan nya, apa lagi kita semua tahu para pecinta bola sangat lah rindu akan ada nya turnamen bola seperti ini.

Dan ada sedikit kekecawaan masyarkat yang tidak mau di sebut kan nama nya kepada pihak pihak tertentu dalam hal ini.( PSSI ) pesisir barat kenapa kegiatan seperti ini tidak ada nya support padahal kegiatan seperti ini tempat mencari pemain berbakat yang nanti nya bisa mewakili Pesisir Barat di even seperti Poprov dan lainnya.

Masih kata dia, dan tampa mengurangi rasa hormat, kita sama sama tahu bahwa Pesisir Barat dalam pagelaran Poprov kali ini tidak mengirim kan cabor sepak bola dan kami pun tidak tahu kenapa dan apa alasannya dari PSSI Pesibar tidak mengikuti cabor sepak bola.

Terakhir ia berpesan kepada pihak pihak tertentu agar ada Pemeliharaan untuk lapangan bola (labuhan jukung) jangan ketika mau ada turnamem baru di bersihkan atau di potong rumput nya, pungkasnya. (Jhon)