LSM GAKAR Lampung Desak Kemenag Selidiki Status Ponpes Misbahul Munir Assuhaili Lampung Tengah

Lampung Tengah – Diduga tak kantongi Izin dan tidak tertib administrasi, Pondok Pesantren (Ponpes) Misbahul Munir Assuhaili akan dilaporkan ke Kementerian Agama (Kemenag) dan Polda Lampung oleh LSM Gerakan Aktivis Kawal Reformasi (GAKAR) Lampung.

“Kita akan kumpulkan data dan fakta, sementara tim investigasi kita terus bergerak,” Kata Ketua LSM GAKAR Lampung, Resky.

Sementara itu, menurut hasil investigasi yang dilakukan oleh tim GAKAR Lampung, Ponpes tersebut telah dicemari oleh contoh yang tidak lazim baik menurut syariat Islam ataupun dalam tatanan kehidupan masyarakat Indonesia.

“Lebih-lebih, ini adalah di ruang lingkup pondok pesantren tempat para orang tua mempercayakan putra putrinya dengan menimba ilmu agama agar kelak memiliki adab sopan santun dan ilmu pengetahuan yang memadai. Pengetahuan para santri rusak parah setelah mereka ikut menyaksikan salah seorang pengasuhnya yang sudah bercerai tapi kumpul lagi saat suaminya tidak berada di rumah, dan informasi ini valid kami dapatkan, dan bisa dibuktikan, itu salah satu contoh yang buruk bagi kehidupan pesantren,” jelasnya.

Selain itu, kami menduga kuat, pendirian Ponpes pun tidak sesuai prosedur, tidak tertib secara administrasi, maka kami akan melaporkan nya kepada pihak yang berwenang untuk tindak tegas.

Dari hasil penelusuran yang kami lakukan, Pengasuh Ponpes Misbahul Munir Assuhaili tersebut yakni berinisial UMY atau akrab disapa buk nyai um.

Selain itu, belakangan kita mendapatkan informasi terbaru dimana Bu nyai um yang juga menjabat sebagai kepala sekolah Mts dan mantan suami nya tuh yang pernah menjabat sebagai ketua yayasan di pondok pesantren Misbahul Munir Assuhaili, diduga terlibat perselingkuhan sementara diketahui kedua nya telah lama bercerai. “Dan si ibu tersebut pun sudah menikah lagi, dengan pria berinisial AMR,” Jelasnya.

Konon kabarnya, perceraian itu dikarenakan tuh selingkuh dengan istri orang lain. Sedangkan Bu nyai um sudah menikah lagi dengan AMR, “Nah saat AMR tidak berada di rumah inilah, tuh sering datang ke rumah Bu nyai um. Dengan alasan jenguk anak-anak, tapi dilakukan hampir tiap hari baik siang maupun malam. Bahkan tuh sudah memulai berinteraksi dengan para santri bahwa dia akan kembali mengabdi di pondok pesantren lagi.

Hebatnya lagi, tuh sudah sering menjadi imam shalat para santri. Dari pemandangan yang tak wajar inilah suami sah UMY yang sedang berada di luar kota dihubungi oleh beberapa orang ustad dan ustadzah dan menanyakan apakah bapak sudah bercerai dengan Bu nyai UMY ini ? Ditanya dengan pertanyaan seperti itu berulang kali, AMR menjelaskan bahwa mereka tidak pernah ada perceraian.

“Para ustadz dan ustadzah bingung melihat Bu nyai UMY dan TUH yang sudah bercerai dan Bu nyai UMY sudah menikah lagi tapi mengapa Bu nyai UMY dan TUH kok kumpul lagi. Menurut santri yang sering berada di rumah Bu nyai UMY, bahwa benar dia sering melihat TUH datang ke rumah Bu nyai UMY. Kadang makan ambil sendiri kadang dilayani. Walhasil patut diduga mereka sudah seperti suami istri lagi. Anehnya lagi, beberapa teman Bu nyai UMY, pernah melihat UMY meng-upload di status wa bahwa tuh dan anaknya main bola di rumah itu. Bahkan ada juga Upload tan tentang foto Bu nyai UMY dan TUH, begitu menurut beberapa kesaksian narasumber yang kami temui, dalam waktu dekat, kami juga akan mengkonfirmasi ini semua kepada suami sah UMY yang kami lacak ia berada di Bandar Lampung,” papar Resky.

Sementara itu, menurut warga sekitar pondok pesantren Misbahul Munir Assuhaili yang berada di Desa Purwodadi tersebut, pondok pesantren ini berdiri beberapa tahun lalu tapi dalam proses perizinannya kami tidak pernah dimintai tanda tangan atau persetujuan.

“Pondok pesantren yang memiliki beberapa madrasah ini kurang layak untuk melanjutkan sistem pendidikan yang memadai. Sarana dan prasarana pendidikan yang sangat memprihatinkan belum lagi kedatangan pengajar yang sering mangkir pada jam pelajaran. Saat guru datang, murid muridnya yang mangkir. Sehingga KBM di pondok pesantren ini tidak berjalan sebagaimana mestinya, dan kami menduga ini ada banyak keanehan, belum lagi isu terbaru soal perselingkuhan ini, memalukan,” kata narasumber yang harus kami rahasiakan identitas nya itu. (Tim)