Diskusi Rutin KNPI Lampung Bahas “Peran Perempuan Dalam Politik”

Bandarlampung – Mengingat pentingnya peran perempuan dalam membangun Bangsa, DPD KNPI Provinsi Lampung mengelar giat diskusi yang bertema “Peran perempuan Dalam Politik”. Diskusi ini bertujuan untuk menarik simpati para perempuan untuk ikut berperan dalam politik, Sabtu (19/11/2022).

Perempuan saat ini memiliki peran besar, baik itu sebagai pribadi, istri, ibu, serta warga negara yang berkewajiban mendidik generasi penerus. Perempuan Indonesia juga harus dapat mengambil bagian dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia dengan langkah-langkah yang nyata dan konkrit.

Mendengar kata politik bagi sebagian orang terlihat menakutkan, namun sebenarnya politik hanyalah suatu wadah untuk kita bisa melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk masyarakat luas. Sebagaimana yang disampaikan Wakil ketua DPRD Provinsi Lampung, Ririn Kuswantari dalam diskusi Ngopi (Ngolah Pikir) Ala Pemuda.

“Munculkan keberanian, karena keberanian hal pertama yang harus kita miliki,” jelasnya.

Keberanian yang dimaksud yakni sebuah tekad yang kuat dalam memperjuangkan hak-hak perempuan serta mengambil bagian dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Disamping itu, seorang politikus perempuan, Erlina menyampaikan bahwa perempuan bisa melakukan banyak hal, selain berperan sebagai istri, ibu, ataupun wanita berkarir, perempuan juga bisa berperan dalam politik. Semua bisa dilakukan, hanya tinggal bagaimana kemauan kita.

“Kita harus memiliki mimpi besar dan mewujudkannya,” Tuturnya.

Dr. Sovia Mas Ayu seorang Akademik pendidikan menilai istilah politik itu tidak salah, hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan bersama. Perempuan memiliki potensi luar bisa, bisa menjadi apa saja, mau menjadi Mentri keuangan pun juga bisa.

“Ayo maju perempuan, majukan potensinya,” tutur Dr. Sovia dosen di UIN Raden Intan Lampung itu.

Disamping itu, Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia Daerah Lampung, UPI Fitriyanti menyampaikan bahwa semakin banyak perempuan yang terjun keranah politik, hal ini dapat membantu perempuan apa yang menjadi kebutuhan mendasarnya. Ia berharap dengan adanya peran perempuan dalam dunia politik, bisa mendorong pemerintah untuk menyediakan ruang laktasi (ruang menyesuai) di tempat umum seperti  Mall, Pasar, Kantor dan lainnya.

Kemudian, seorang aktivis perempuan, Irza Dewi Sartika menyampaikan bahwa perempuan harus bisa mengawal jalannya politik sehingga dapat mewujudkan cita-cita bersama yakni kesejahteraan masyarakat Indonesia. (Kybar)