Warga Rawa Kijing Minta Pemkab Pesawaran dan Pemprov Segera Atasi Tanggul Yang Jebol

Pesawaran – Hawatir adanya banjir susulan. Warga dusun 5 rawa kijing minta Pemerintah Daerah Pesawaran (Pemda) dan Pemerintah Provinsi Lampung segera menutup kembali tanggul yang jebol pasca banjir seminggu yang lalu. Hal ini dikatakan oleh Kepala Desa Sindang Garut Kasio, Senin (31/10/22).

Menurut Kades, satu minggu musibah bencana banjir telah berlalu namun masih ada warga yang belum mau menempati rumahmya. Sebab, kata Kasio, warga rawa kijing masih takut dan hawatir adanya banjir susulan.

” Kurang lebih ada 16 Kepala Keluarga (KK) bertahan tinggal diatas tanggul. Mereka takut pulang kerumahnya dikarenakan hawatir adanya banjir susulan, kemudian rumah warga juga masih ada yang tergenang air sebatas mata kaki dan juga berlumpur”jelas Kades lagi.

Maka, lanjutnya, untuk mengantisipasi terjadi bencana banjir tersebut warga meminta pada pemerintah pesawaran maupun pemerintah provinsi lampung segera melakukan normalisasi dan menutup kembali tanggul Way Mada dan Way Bulok yang jebol akibat banjir beberapa hari yang lalu.

“Kami minta segera dilakuian perbaikan penutupan tanggul sungai itu oleh Pemda pesawaran maupun provinsi. Jika sudah di tutup maka warga tidak lagi merasa hawatir, jika masih terjadi banjir tapi tak separah ini lagi” harapnya.

Terkait permintaan warga dusun 5 rawa kijing yang disampaikan oleh Rt Kades Sindang Garut Kasio, Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR pesawaran Sudiono mengatakan, secepatnya akan segera dilakukan perbaikan dan penutupan kembali tanggul yang sudah jebol akibat banjir .

“Ya, dalam waktu dekat ini kami akan segera melakukan penutupan kembali tanggul yang jebol di dusun rawa kijing. Tapi warga harap bersabar karena Eksapatornya masih mengerjakan pekerjaan di Desa Babakan Loa” jelas Sudiono.

Sudiono juga mengtakan, pristiwa banjir di pesawaran, Pemda pesawaran selalu cepat tanggap dalam mengatasi persoalan banjir yang menimpa warga. Bahkan, sebelumnya Pemda melalui Dinas PUPR telah menurunkan alat berat eksapator di Desa Tanjung Rejo.

“Kami juga sebelumnya telah membersihkan kayu yang menyumbat di bawah jembatan Way Lipang Desa Tanjung Rejo dengan menggunakan alat berat. Kemudian kami akan melakukan penutupan tanggul yang jebol di Desa Mada Jaya, Kecamatan Way Khilau, setelah selesai di Mada Jaya baru ke dusun 5 rawa kijing” kata Sudiono.

Ditambahka lagi oleh Sudiono, rencanaya, pada anggaran perubahan tahun 2023 nanti, dinas Pemda pesawaran melalui dinas PUPR akan melanjutkan kembali normalisasi sungai Way Lipang.

” Ini sudah kami ajukan, mudah-mudahan di tahun 2023 nanti sungai way lipang dinormalisasi. Kegiatan ini melanjutkan normalisasi tahun sebelumnya, karena tahun kemarin normalisasi baru sampai di Way Kota Jawa yang berbatasan bendungan way lipang”. tutupnya. (MP)