“Bupati Lampura Terkesan Anti Kritik”, Wabup Diminta Lebih Responsif

Bandarlampung – Tak henti-hentinya menerima terpaan kritik dari elemen masyarakat. Bupati Budi Utomo seolah tutup mata tutup telinga. Hal tersebut membuat salah seorang tokoh pemuda Lampung Refky Rinaldy murka dan meminta Bupati Budi Utomo lebih baik mundur dari jabatannya.

“Kalau tak tahan kritikan jangan jadi pejabat, justru semakin keras dan lantangnya kritikan masyarakat, menandakan hidupnya sistem demokrasi didalam pemerintahan tersebut, yang kita kritisi bukan person nya tapi soal kebijakan publik nya, kita gada urusan dengan person nya,” Kata Refky yang juga berasal dari Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara, Rabu (02/11/2022).

Refky Rinaldy, S.Sos – Doc. Diksinusantara.com

Founder Gerakan Aktivis Kawal Reformasi (GAKAR) ini juga mengatakan, Kabupaten Lampung Utara saat ini sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, maka seharusnya pemerintah kabupaten terkhusus Bupati harus menyusun dan merancang strategi yang matang untuk menjawab tantangan yang ada.

“Perencanaan pembangunan baik infrastruktur dan SDM seharusnya menjadi hal penting untuk dilakukan oleh Bupati, namun seperti nya Bupati kita ini tidak memiliki konsep dan perencanaan yang matang, wajar kalau masyarakat merasa tidak adanya progres yang nyata,” Jelas Refky.

Namun, lanjut Refky, saat ini kita sudah memiliki Wakil Bupati, kalau memang suara-suara rakyat Lampung Utara ini seolah tidak didengar oleh Bupati, semoga Wakil Bupati kita yang belum lama dilantik ini responsif dan gesit.

“Sepertinya memang harus Wabup nya yang gerak, belakangan memang lebih sering muncul, semoga bisa merespon dan menyambut baik aspirasi masyarakat Lampung Utara belakangan ini, kita harus bangkit dan bergerak pak Wabup,” ujar mantan aktivis mahasiswa itu.

Refky juga meminta, Wabup Lampung Utara untuk menyediakan waktu sesekali berkunjung dan berjumpa masyarakat di Kecamatan Bukit Kemuning tanah kelahirannya (Refky).

“Agar pak Wabup tau bagaimana kondisi nya, jangan sampai masyarakat Bukit Kemuning merasa terkucilkan di Kabupaten nya sendiri, sentuh kasih sayang kepala daerahnya tentu sangat dinantikan. Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, kalau ketemu nya hanya di bilik suara saja ya apa kata dunia, berarti hanya digunakan mendulang suara saja, jangan begitu dong masyarakat Bukit Kemuning juga butuh perubahan dan kemajuan,” tegasnya dengan nada yang sedikit tinggi.

Hal serupa disambut pula oleh Ade, tokoh masyarakat Bukit Kemuning, yang juga anak dari tokoh masyarakat Lampung Utara Almarhum Indra Aziz Kontar.

Ade – Doc. Diksinusantara.com

“Semoga kedepannya pemkab lebih memperhatikan lagi kecamatan kita ini, baik dari sisi pembangunan infrastruktur nya maupun Pemberdayaan Masyarakat nya. Kita pasti dukung program pemerintah yang membuat kita maju, tapi jika sebaliknya, maka jangan kaget kalau masyarakat marah dan mengkritisi,” ucap Ade.

Saat ini juga kan, lanjutnya, Pak Bupati tidak sendirian, ada pak Wabup yang mendampingi, artinya kinerja nya harus lebih jelas dan nampak serta dirasakan oleh seluruh masyarakat kabupaten Lampung Utara, khususnya Kecamatan Bukit Kemuning ini, pungkasnya. (*)