Pemuda dan Hulu Balang Kerajaan Adat Paksi Pak Sekalabrak Kepaksian Pernong

Lampung Barat – Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh setiap tanggal 28 oktober, merupakan tonggak utama dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Jum’at (28/10/2022).

Dalam Sumpah Pemuda telah menghasilkan keputusan yang menegaskan cita-cita akan “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia”. Keputusan ini diharapkan menjadi asas bagi setiap perkumpulan kebangsaan Indonesia dan agar disiarkan dalam berbagai surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan.

Tak terkecuali dalam adat istiadat adalah tata laku, tata cara didalam kehidupan sehari hari didalamnya ada nilai-nilai kebaikan yang turun-temurun dan kekal dari generasi satu ke generasi lainnya sebagai warisan, sehingga integrasinya kuat terkait dengan pola perilaku masyarakat. Adapun secara etimologi, kata adat asalnya dari bahasa Arab, adalah yang berarti kebiasaan atau cara.

Menurut HULU DALUNG pimpinan HULU BALANG Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong mengartikan dimomen hari Sumpah Pemuda Ini bahwa adat ialah perbuatan yang berulang sehingga menjadi kebiasaan yang mesti dipatuhi masyarakat pada suatu lingkungan, Maka dari itu Adat dan pemuda merupakan aset Bangsa yang Harus dijaga dan jangan sampai disesatkan, apalagi tatanan didalam  adat istiadat  yang memang sudah turun temurun sejak jaman dahulu tata titi yang hingga saat ini masih sangat diyakini masyarakat adat sebagai bagian dari kehidupan berinteraksi dengan sesama masyarakat adat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari jadi sangat keliru jika adat istiadat hanya untuk kreasi dan bisa diubah ubah atas kehendak sendiri.

Perilaku kehidupan masyarakat yg mengedepan kan tata titi itu yang Menjunjung tinggi nilai nilai Kesantunan Menunjukkan  bahwa dalam Masyarakat tersebut di Ikat oleh Adat yg terpimpin oleh Pemilik dan Pimpinan Adat.

Tokoh adat, masyarakat adat berkewajiban untuk menjunjung, merawat dan Menjaga Adat tersebut.

Kerajaan adat Paksi Pak Sekala Brak terdiri dari Kepaksian Nyerupa, Kepaksian Belunguh, Kepaksian Bejalan Diway, Kepaksian Pernong, yang sudah mempunyai sejarah panjang, tegak berdiri penuh semangat kebersamaan dalam harmoni adat budaya, duduk sama rendah berdiri sama tinggi dan mempunyai perjanjian diantara keempat (4) paksi tersebut tidak ada yang lebih tua dan yang muda semua sama yang mempunyai wilayah dan masyarakat adat masing masing yang hingga saat ini masih terjaga dan terawat oleh masyarakat adat dimasing masing kepaksian dan harus kita jaga dan lestarikan menurut tata titi yang sudah pakem dari dahulu, tidak bisa kita buat buat atau kita jadikan adat istiadat ini untuk ajang kreasi karna itu sudah ada tata titinya misalkan saya punya hajat (nayuh) semua alat pegang pakai saya gunakan seperti memakai aban gemisikh, tudung kuning pakai lalamak pengawalan pedang, tombak dan alat yang lainnya saya gunakan karna saya ada duit dan bisa sewa orang karna hanya ingin menunjukkan kepada tamu undangan saya walaupun untuk kreasi itu harus seizin dari pemilik adat yaitu sai batin karena kalau adat ini bisa dibuat buat rusaklah tatanan adat istiadat dilampung ini khususnya dikerajaan adat paksi pak sekala brak Kepaksian Pernong terangnya. (Pin)