Tangani Banjir Pakai Alat Berat, Kades Kucurkan Dana Pribadi

Pesawaran – Warga Desa Tanjung Rejo Kecamatan Way Khilau, apresiasi kinerja Kepala Desa setempat atas kepedulian dan perhatian terhadap warganya yang terkena musibah akibat banjir bandang sejak hari sabtu malam (22/10/2022) lalu.

Hal ini diungkapkan oleh Iqbal Khomsi saat menggelar gotong royong membantu bersama warga lainnya membersihkan rumah warga yang masih tergenag air, Jum’at (28/10/2022).

“Setelah Kades menurunkan Eksapator (Kemarin red) membersihkan puing – puing kayu yang menyumbat laju arus air dibawah jembatam Way Lipang, air yang menggenangi rumah warga lansung surut mengecil,” Kata Iqbal. 

Kemudian, sambung Iqbal, sebelum kayu – kayu yang menyumbat di bawah jembatan dibersihkan ketinggian air yang masuk ke pemukiman warga bervariasi sesuai tingkat ketigian lahannya.

Adapun, masih kata Iqbal, rumah yang terendam air di Desa Tanjung Rejo ini di bagian Dusun 1. 40 rumah dengan ketinggian 30 cm s.d 1 Meter setinggi lutut orang dewasa, Dusun 2, ada 20 rumah dengan ketinggian air di atas mata kaki s.d lutut  (+/- 30 s.d 50 Cm)

Dusun 3,  50 Rumah dengan ketinggian air di atas mata kaki sekitar 30 Cm). Dusun 4 : +/- 15 rumah dengan ketinggian air di atas mata kaki (+/- 30 Cm)

Dusun 5 : +/- 60 Rumah dengan ketinggian air di atas mata kaki (+/- 30 Cm).

“Alhamdulillah, dari 185 rumah warga yang terdampak banjir tersebut kini tinggal 20 rumah lagi, lebih tepat lokasi yang lagi tergenang air dibagian Dusun 1. Sekarang ini air yang masih menggenang itu ketinghiannya tinggal 25 cm lagi,” ujarnya. 

Iqbal menambahkan, berkat  perhatian penuh dari sang pemimpin (Kades red) tentunya warga way lipang sedikit lega dan merasa sangat terbantu karena rumah-rumah warga tidak lagi tergenang air. 

“Rumah warga disini sudah 5 hari 5 malam terendam banjir. Maka sudah selayaknya kami warga mengapresiasi atas pengorbanan dan perhatian Kades untuk keselamatan warganya, apa lagi biaya menurunkan Eksapator itu kami ketahui menggunakan dana pribadi kepala desa,” tuturnya. 

Sementara itu Kepala Desa Tanjung Rejo  Sugiono mengatakan, peristiwa banjir bandang yang melanda warga Desanya itu disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan meluapnya air sungai Way Kota Jawa dan Way Kubu Batu. 

“Banjir Ini disebabkan oleh debet air  yang cukup tinggi hingga meluap ke pemukiman warga Dusun 1 sampai ke Dusun 5,” jelas Sugiono, saat di temui di lokasi rumah warga yang masih tergenang air. 

Selain itu, Sugi menjelaskan pula, bencana alam tersebut dikarenakan adanya penyempitan sungai akibat sampah kayu yang menumpuk di tepian sungai way lipang sehingga membuat arus sungai tersumbat.

“Dengan kondisi sungai yang sudah mengecil ditambah lagi tumpukan kayu menyumbat di bawah jembatan. Oleh sebab itu, air menjadi terbendung,” papar Sugi.

Dengan begitu, ia mengambil langkah cepat menurunkan Eksapator untuk membersihkan kayu-kayu yang menyumbat dibawah jembatan agar rumah warga yang terendam airnya segera menurun. 

“Kemarin sudah di bersihkan sampah kayu yang menyumbut jembatan dengan alat berat. Alhamdulilah setelah kita bersihkan air jadi lancar, begitu juga air yang tadinya menggenangi rumah warga selama 5 hari menyurut draktis, tinggal sekitar 20 kk lgi yang masih di genangi air,” kata Kades. 

Sugiono menambahkan, dirinya juga hari ini (Jum’at red) telah menyiapkan Posko Kesehatan guna mengantisipasi warga untuk berobat. 

“Ya. saya juga sudah berkoordinasi dengan petugas kesehatan  Puskesmas Way Khilau untuk membuka posko di Tanjung Rejo agar membantu warga yang terdampak banjir, siapa tahu ada warga ada yang terkena penyakit. Dan alhamdullih saya ucapkan terima kasih pada petugas Kesehatan Way Khilau sudah berkenan hadir membantu kami disini,” tutupnya. (MP)