Ratusan Rumah Warga di 3 Kecamatan di Pesawaran Terendam Banjir

Pesawaran – Akibat curah hujan yang tinggi dalam kurun waktu sepekan ini menyebabkan banjir bandang di tiga Kecamatan yang ada di Bumi Andan Jejama.

Bahkan banjir itu merendam ratusan rumah dan puluhan hektar sawah warga pesawaran.

Sebelumnya pada hari sabtu malam, tanggal 22 Oktober 2022, banjir melanda Desa Way Kepayang Dusun Pahmungan Kecamatan Kedondong. Kemudian pada hari yang sama banjir masuk ke pemukiman rumah warga Desa Tanjung Rejo Kecamatan Way Khilau.

Pasca banjir itu, tercatat jumlah rumah warga desa tanjung rejo dusun Way lipang sebanyak 45 Kepala Keluarga (KK) .

Selain itu, pristiwa banjir juga dialami oleh warga masyarakat Dusun 5 Rawa Kijing Desa Sindang Garut Kecamatan Way Lima. Dalam musibah banjir di rawa kijing kurang lebih sebanyak 68 rumah warga terendam dan puluhan hektar sawah.

Tak hanya itu saja, kali ini, kamis 27 Oktober 2022 musibah bencana banjir menerpa warga masyarakat Desa Kota Jawa dan Desa Mada Jaya Kecamatan Way Khilau.

Adapun kejadian banjir di Desa Kota Jawa itu dibagian dusun 2, dusun 4 dan 7. Sementara di Desa Mada Jaya hampir semua rumah warga kebanjiran.

Menurut Kepala Desa Kota Jawa Hi. Kusnadi S.Pd mengatakan,
Banjir yang dialami warga dusun 2, 4 dan dusun 7 itu disebkan oleh tingginya air curah hujan yang terus mengguyur dalam satu minggu ini.

“Ini disebabkan tingginya curah hujan dan luapan air sungai Way Desa kita ini. Selain itu di daerah ini pula memang tempatnya rendah maka tak heran jika tempat kita ini jadi langganan banjir tiap tahunnya” jelas Kades.

Lanjutnya, Kusnadi juga menjelaskan, meski tak ada korban jiwa dalam bencana banjir ini namun warga Kota Jawa kehilangan ribuan peliharaan ikan mas dan Lele. Sebab, banyak warga sedang memelihara ikan di sawah-sawah.

“Jadi rumah warga ini sudah 2 hari terendam, adapun ketinggian air yang masuk ke pemukiman warga mencapai 20 cm sampai 50 cm. Dengan adanya bencana banjir dan suasana musim penghujan ini diharapkan warga agar tetap waspada, selain itu saling koordinasi jika ada apa-apa lapor pada aparat desa” imbaunya.

Hal senada dikemukakan oleh Kepala Desa Mada Jaya Abdul Gofur, banjir di Desa Mada itu sudah terjadi dua kali dalam waktu satu minggu ini. Namun banjir ini lebih besar, sebab salah satu tanggul penahan air di Desa itu jebol.

“Pada hari senin 24 Oktober 2022 lalu, ada sekitar 30 kepala keluarga (KK) rumahnya kebanjiran. Sedangkan banjir hari ini (Kamis red) hampir semua rumah warga kebanjiran, untunya juga airnya cepat surut” kata Pria tampan berkacamata itu, saat di temui dikediamannya, Kamis (27/10/2022).

Gofur menjelaskan lagi, banjir yang dialami warga di Dusun Kumbang Tanjung disebabkan adanya tanggul jebol tergerus banjir, sedangkan dibagian wilayah jembatan ke arah Pekon Marga disebabkan luapan sungai Way Pardasuka Kabupaten Pringsewu dan Way Desa Penengahan.

“Banjir di Desa Mada ini terjadi sekitar jam 10, 00, wib pagi tadi, alhamdulillah juga cepat menyurut. Bahkan pristiwa banjir di tempat kami ini sudah dipantau dan dilihat lansung oleh pihak Kecamatan Way Khilau”, ujarnya.

Dalam kesempatan itu pula, Kepala Desa berwajah tampan ini juga menghimbau warganya agar selalu berhati-hati, apa lagi kata Gofur, air sungai mada jaya melintas di tengah permukiman warga.

“Saya harap pada warga masyarakat agar tetap waspada, karena bencana alam ini datang tidak memberi kabar terlebih dahulu, datangnya tidak kita ketahui, lagian sekarang hujan hampir tiap hari tiap malam, terutama sekalai bagi orang tua agar menjaga anak-anaknya agar tidak main atau mandi di sungi yang airnya masih besar, itu semua guna menjaga dari hal yang tidak kita inginkan” tutupnya (MP).