Terima Kunjungan Dirjend BPD, DPMD Pesawaran Wajibkan Desa Anggarkan Dana Prodeskel

Pesawaran – Seluruh Desa yang ada di Bumi Andan Jejama diwajibkan mengangarkan dana untuk prodeskel. Hal itu dikatakan Sekretaris DPMD Pesawaran Nur Asikin saat menerima kunjungan kerja Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri.

Kunjungan Direktorat Jendral Bina Pemerintahan Desa tersebut, yakni dalam rangka untuk penyusunan finalisasi Grand Design Prodeskel di Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, Jum’at (14/10/2022).

Sekretaris DPMD Kabupaten pesawaran, Nur Asikin. Dalam sambutanya ia menjelaskan, aplikasi prodeskel sendiri memang telah ada sejak lama sesuai dengan permendagri nomor 12 tahun 2007, maka dari itu sudah saat nya perlu dilakukan updating dan pembaharuan.

“Sudah selayaknya memang prodeskel ini diperbaharui karena aplikasinya memang sudah ada telah lama. Dan desa dikabupaten Pesawaran sendiri kami wajibkan untuk semua desa menganggarkan anggaran Prodeskel, jika tidak maka usulan anggaran mereka kami kembalikan” tegasnya.

Semntara Kepala Desa Hanura, Rio Remota mengaku sangat senang karena lagi-lagi Desa Hanura dipercaya menjadi lokus dari kegiatan ini. Rio mengharapkan lewat kegiatan ini, aplikasi prodeskel dapat lebih baik lagi.

“Saya berharap warga yang di wawancarai nantinya bisa mengeluarkan masukan-masukan ataupun bisa juga menyampaikan keluhannya terkait data desa di prodeskel sendiri agar nantinya aplikasi yang diperbaharui bisa lebih cepat dan akurat dalam hal penginputan data dan update data prodeskel.“ ucapnya.

Sedangkan Tim yang melakukan Kajian dari Ditjen Bina Pemdes ada 6 orang yang terdiri dari Ketua Tim, wakil Ketua Tim, Tenaga Ahli 2 orang dan anggota 2 orang. Kegiatan dilakukan dengan mewawancarai supra desa, aparat desa, perwakilan tokoh masyarakat, BPD, LKD, PKK, dan Bumdes.

Ketua Tim, Andi Yuliarmiangsyah menyampaikan tujuan kegiatan ini adalah guna menggali lebih banyak terkait informasi kebutuhan desa terkait data.

“Kami ingin bapak ibu banyak bercerita tentang kebutuhan data terkait prodeskel, permasalahan yang selama ini ditemui dalam menyusun Prodeskel, serta ide-ide dan masukan untuk pengembangan prodeskel selanjutnya.Harapan kami, kedepan Prodeskel akan menjadi sumber data desa yg dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa, Daerah. Pusat serta masyarakat umum.”tutupnya. (MP)