“Aksi Tanam Mangrove” Simbol Perayaan HUT WALHI Ke-42 Tahun

Bandarlampung – Dalam rangka peringatan HUT Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) ke-42 tahun, WALHI Provinsi Lampung gelar Aksi Penanaman Mangrove di Pesisir Teluk Lampung, Kelurahan Kota Karang, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandarlampung.

Aksi tersebut juga bagian dari rangkaian HUT ke-26 tahun untuk WALHI Lampung sendiri. Kegiatan penanaman mangrove ini dilakukan sebagai upaya kontribusi WALHI Lampung untuk melindungi daratan di wilayah pesisir dari ancaman kenaikan permukaan air laut dan juga sebagai upaya penurunan emisi karena saat ini kondisi ekosistem Mangrove di Kota Bandarlampung yang sangat terbatas minim mendapat perhatian sehingganya secara kualitas dan kondisi cukup memprihatinkan.

Penanaman Mangrove tersebut berjumlah 500 batang pohon. Penanaman dilakukan WALHI Lampung bersama Lurah Kota Karang, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung dan BPDAS WSS Provinsi Lampung, serta 14 anggota lembaga, organisasi jaringan WALHI Lampung dan kelompok-kelompok muda GSM WALHI Lampung.

Dalam kesempatan itu, Irfan Tri Musri (Direktur WALHI Lampung) mengatakan bahwa, seperti yang kita ketahui Kota Karang Sendiri berada di salah satu wilayah pesisir kota Bandar Lampung yang mana memiliki kawasan ekosistem mangrove yang berfungsi melindungi wilayah pesisir di Kota Bandarlampung dan juga memiliki fungsi ekologis lainnya.

“Wilayah Mangrove Kota Karang yang berada di zona sabuk hijau (Green Belt) ini memang memilki fungsi yang sangat penting, salah satunya bagi masyarakat Kota Karang yang wilayahnya berada di pesisir kota Bandarlampung,” Kata Irfan.

Selain itu, adanya mangrove di wilayah kota Karang diharapkan dapat melindungi pemukiman masyarakat dari abrasi pantai dan ombak yang besar yang dapat mengikis wilayah daratan serta juga berfungsi sebagai upaya mitigasi Tsunami mengingat kondisi Provinsi Lampung yang berada di zona lempeng tektonik aktif. Dengan banyaknya pemukiman di wilayah pesisir kota Karang tentunya jika keberadaan Mangrove yang ada di lokasi tersebut rusak akan berpotensi berdampak besar terhadap keberadaan pemukiman dan keberlangsungan hidup masyarakat wilayah pesisir. 

Bambang (Lurah Kota Karang) dalam sambutannya menjelaskan bahwa, Penanaman mangrove di Kota Karang sebagai upaya penyelamatan Mangrove di daerah Kota Karang, masyarakat Kota Karang harus memahami bahwa sangat pentingnya mangrove yang ada di Kota Karang, jangan sampai kedepan mangrove ini rusak akibat ulah masyarakat kita sendiri.

Kemudian Sukaryono (Kabid Pengawasan DLH Provinsi Lampung) menyampaikan juga bahwa, “Penyelamatan mangrove di Kota Karang harus terus dilakukan, pengawasan kedepannya juga harus tetap di laksanakan, karena mangrove di kota karang merupakan salah satu mangrove yang terakhir, maka harus kita jaga dan lestarikan. Penebangan dan pengrusakan mangrove di Kota Karang juga harus di hentikan karena akan berdampak ke kita semua masyarakat Kota Bandar Lampung.”

Ashadi (Kasi Program BPDAS Provinsi Lampung), menjelaskan “Mangrove terluas di ASEAN memang berada di Indonesia, namun kini sudah sudah terdegradasi akibat konversi alih fungsi dan pertambakan, jangan sampai mangrove di Kota Karang hancur akibat alih fungsi juga, jadi penyelamatan mangrove bukan hanya penyelematan lingkungan saja, tetapi menyelamatkan tempat hidup kita semua. Karena jika mangrove habis akan terjadi abrasi hingga berdampak ke pemukiman dan juga Bandar Lampung posisinya strategis , maka mangrove di kota karang juga memiliki potensi sebagai wisata jika dijaga dengan baik”. 

Refi Meidiantama (Staff Kampanye dan jaringan WALHI Lampung) menyampaikan dalam kegiatan kali ini, Kenapa Penanaman Kembali? Pada Kawasan mangrove di Kota Karang memang sudah sering dilakukan juga penanaman, namun beberapa tahun belakangan ini isu kerusakan mangrove yang berada di Kelurahan Kota Karang cukup sering terdengar akibat kurangnya perhatian dari pemerintah dan juga kesadaran dan pemahaman masyarakat sekitar akan pentingnya mangrove. Padahal kawasan mangrove di Kota Karang merupakan wilayah yang ditetapkan oleh Perda No 1 Tahun 2018 Tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil sebagai kawasan ekosistem mangrove Taman Pesisir yang harus dilindungi keberadaannya. 

Untuk itu agenda penanaman yang dilakukan pada saat ini dirasa sangat penting untuk merestorasi kawasan ekosistem mangrove di Kota Karang yang sudah rusak, mengingat pentingnya fungsi mangrove yang ada di kawasan tersebut, ini merupakan ancaman terhadap salah satu kawasan Mangrove Terakhir yang ada di Kota Bandar Lampung. Penanaman Kembali dilakukan di Wilayah yang sudah rusak parah bahkan mangrove yang sudah hilang, yaitu seluas kurang lebih 4000 M2 dengan menanam kembali mangrove sejumlah 500 Batang. 

Dengan adanya Aksi Penanaman Kembali Mangrove di Kota Karang dan melibatkan dinas terkait, aparatur setempat dan juga masyarakat diharapkan Penanaman ini sebagai bagian dari Pemulihan lingkungan di lokasi kawasan mangrove Kelurahan Kota Karang yang sudah rusak dan terdegradasi. Juga dengan adanya aksi kegiatan penanaman kembai ini tentu kedepah harus ada pengawasan lebih lanjut terhadap kawasan ekosistem mangrove Kota Karang yang merupakan wilayah yang patut dilindungi keberadaannya sebagaimana yang termuat didalam RZWP3K Provinsi Lampung sebagai jenis taman pesisir, tidak hanya itu Masyarakat pesisir di sekitar ekosistem mangrove Kota Karang diharapkan dapat mengetahui pentingnya mangrove dan turut menjaga keberadaan kawasan mangrove di kawasan sekitarnya. (Rls)

Salam Adil Dan Lestari !!!