“TIDAK SAH” PC PMII Bandarlampung Instruksikan MAPABA Malahayati Digelar Ulang

Bandarlampung – Setelah melakukan rapat koordinasi dan rapat evaluasi bersama PKC PMII Lampung, PC PMII Bandarlampung ambil sikap tegas instruksikan Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK-PMII) Malahayati menggelar ulang agenda kaderisasi Formal Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA).

“Karena tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Organisasi PMII dalam hal ini tidak dapat memenuhi seluruh materi wajib yang tertera didalam kurikulum kaderisasi nasional, hanya menyampaikan 3 materi wajib saja, maka MAPABA tersebut di ulang berdasarkan ketentuan yang sah secara keorganisasian,” Kata Juliyanto Ketua PC PMII Bandarlampung. Selasa (04/10/2022).

Selain itu, Ketua PC PMII Bandarlampung itu juga menegaskan kepada seluruh jajaran Komisariat hingga Rayon se-Bandarlampung untuk tidak ikut terlibat dalam ranah politik praktis.

“Mengintruksikan PK PMII Malahayati supaya tidak ikut terlibat dalam ranah politik praktis. Berikut PK dan PR se-Bandarlampung,” tegas Juli.

Sementara itu, Sekretaris PC PMII Bandarlampung Deki mengungkapkan bahwa, sangat disayangkan ketika Sistem kaderisasi Formal PMII ditunggangi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab di Kampus tersebut guna kepentingan politiknya semata.

“Kita apresiasi dan bangga dikampus Malahayati bisa melakukan kaderisasi Formal PMII yakni MAPABA. Namun, kita juga tidak ingin niatan baik Komisariat menjadi sesuatu yang sarat dengan kepentingan, mengingat akan memasuki tahun politik kedepannya, kita harus lebih jeli dan berhati-hati,” ungkap Deki kader PMII asal Komisariat Raden Intan Lampung itu.

Terkait pemberitaan sebelumnya, salah satu alumni Malahayati yang enggan nama nya di sebutkan mengatakan bahwa, perihal oknum panitia yang melakukan pengancaman terhadap Mahasiswa Baru yang diharuskan MAPABA jika tidak ingin Beasiswa KIP nya dihapus, itu juga tidak dapat dibenarkan.

“Perlu diketahui bahwa KIP ini adalah program pemerintah bukan program kampus yang dimiliki oleh Khadafi sebagai anggota DPR RI. Mahasiswa baru tidak perlu takut dengan oknum-oknum yang demikian,” Ujarnya salah satu Alumni Malahayati yang saat ini bergelut di pemerintahan itu.

Tidak hanya itu, berdasarkan informasi yang dihimpum oleh Redaksi Diskinusantara.com kepada beberapa Mahasiswa Baru yang tidak ingin disebutkan identitasnya juga mengaku kalau mereka juga dimintai kesanggupannya untuk dapat mencari 20 orang pemilih yang nantinya akan diarahkan pada tahun 2024 untuk memilih salah catu Calon.

“Iya saat kami mengisi Formulir MAPABA kami dimintai kesanggupan itu,” ungkap salah satu mahasiswa baru yang mengikuti MAPABA. (Kybar)