Gladi PBAK Hybrid, Maba UIN Teriakkan Haknya

Bandarlampung – Ratusan Mahasiswa Baru (Maba) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) melakukan Unjuk Rasa saat pelaksanaan Gladi Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) di Gedung Serbaguna Guna (GSG) kampus, Senin (22/08/2022).

Aksi tersebut merupakan bentuk protes mahasiswa baru atas penyelenggaraan PBAK Hybrid yang menggunakan sistem keterwakilan.

Mahasiswa baru Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Ajeng Hernita Sari menyampaikan, kepala birokrasi atau anggotanya memilih 20 orang yang wajib offline itu asal pilih atau dilihat dari segi apanya.

“Diadakan pbak online dan offline menurut kami tidak adil! Karena kami sama-sama membayar UKT meskipun golongannya berbeda-beda,” ujar Ajeng yang juga terlibat dalam aksi tersebut.

Gubernur Fakultas dan Ilmu Komunikasi, Fahrurrozi menjelaskan, adanya unjuk rasa tersebut lantaran mahasiswa baru yang hendak melakukan PBAK tersebut menuntut haknya.

“Pihak birokasi sudah menetapkan sistem Hybrid dengan cara memilih dua puluh mahasiswa baru perjurusan. Namun dalam pelaksanaannya, saya sendiri pun tidak mengetahui apa yang menjadi indikator terpilih atau tidaknya mahasiswa baru tersebut untuk mewakili sahabat-sahabatnya yang lain dalam sistem Hybrid ini,” jelasnya.

Sambungnya, disini terlihat janggal karena jika asal tunjuk dengan tidak jelasnya sistem tersebut tentu menimbulkan kesenjangan antara mahasiswa baru satu dan lainnya.

“Kita tak perlu memakai teori yang kompleks untuk melihat kejanggalan pada sistematika pemilihan tersebut, karena pihak birokrasi juga tidak pernah mau membincangkan perihal sistematika keterwakilan tersebut, meskipun kami sudah sempat melayangkan surat audiensi,” imbuhnya.

Diketahui, Aksi unjuk rasa tersebut diikuti oleh hampir 400 mahasiswa baru yang diinisiasi oleh Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi. (Amri)