Sang Jendral dari Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Angkat Bicara Tentang Polemik Mr. Gele

Lampung Barat – Menanggapi Polemik Mr. Gele yang sedang hangat dibicarakan dimedia Cetak dan Media Online sang sultan dari Kepaksian Pernong angkat bicara.

Dirinya mengatakan, perjuangan para pejuang terdahulu ikhlas dan tulus tanpa Pretensi artinya kita tidak boleh mencederai perjuangan para pendahulu kita, seiring berjalannya waktu nanti bisa dibicarakan, ada masanya dalam adat mungkin lebih menghargai sosok seorang yang pernah berjasa di Bumi Sekala Bekhak yang asalnya dari luar Lampung Barat, bukan berarti tidak menghargai kita, namun kesantunan kita sebagai negeri asal Sai Batin, yang jauh yg kita rangkul duluan.

“Mana kik dibah layang, gekhal na khadu tinggal tidakok mana kheddik ko sai jaoh jo sai mesti ti igau mena nyin dang mak tejaoh lagi” ujarnya melalui Media Online DiksiNusantara.

Kemudian, Paduka Yang Mulia (PYM) Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Sultan Sekala Brak Kepaksian Pernong, lagi pula Mister Gele ini adalah teman seperjuangan Kakek/Tamong Dalom dahulu sewaktu ikut bersama-sama berjuang melawan penjajah, bahkan amat sangat pantas Mr. Gele Harun untuk jadi Pahlawan Nasional karena pernah menjadi Resident Lampung,

“Resident Pejuang adalah Resident yang masuk hutan, bukan Resident makan susu keju dan roti dari Belanda, dijaman itu penghianat disebut NICA atau Kolaborator, kalau kolaborator itu, iya ngaku Republiken dan pingin disebut Pejuang tapi tidak bisa disebut pejuang karna justru saat itu mereka adalah Pamong bahkan saat itu sebagai Pemerintah, tapi khianat, kerjasama dengan Pemerintahan Belanda, Pertama tidak berjuang, kedua tidak masuk hutan melawan penjajah itulah penghianat , NICA/ Kolaborator,” imbuhnya.

Menurutnya, Mr. Gele itu adalah Resident pejuang selalu berhadapan dan tidak pernah mau kompromi dengan Belanda dan Mr. Gele harun adalah Resident Lampung saat itu, jadi sangat pantas dapat penghargaan karna tamong dalom.

“Pangeran Suhaimi adalah Bupati perang Lampung tengah, jadi tidak salah langkah bupati parosil itu, bahkan kita harus bangga ada Bupati yang wawasan Penghargaannya kepada pejuang seluruh Lampung bukan sekup Lampung Barat saja, kita keturunan dari Kepaksian Pernong rumpun Pejuang yang Nasionalis, Patriotis serta beradab Budaya dan Religious jelas mantan Kapolda Lampung,” jelasnya.

Di Bumi Sekala Brak sangat banyak sosok para pahlawan melawan penjajahan memperjuangkan kemerdekaan yg menjadi suri tauladan bagi generasi penerus.
Dari Kepaksian Pernong, Pangeran Hi.Suhaimi gelar Sultan Lela Muda, Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-21. Bersama tiga Putra nya antara lain: Pangeran Maulana Balyan, A. Moeis, M. Bun Yamin, yang disemayamkan di Makam Pahlawan Provinsi Lampung sebagai Tanda penghargaan memperjuangkan kemerdekaan.

Dari Kepaksian Belunguh ada Ahmad Syafei Gelar Suttan Ratu Pikulun bersama adiknya Barlian Pangeran Jaya di Lampung, yang mana keduanya di semayamkan juga di Makam Pahlawan Provinsi Lampung.
Demikian juga Kepaksian Bejalan Diway dan Kepaksian Nyerupa yang tentu dari masa ke masa memiliki sosok jiwa patriot melawan dan memperjuangkan kemerdekaan melawan penjajah,tambah sang Jendral. (Pin)