Ketua BPBN Lambar Kecam Oknum Penganiaya Panitia Wisuda

Lampung Barat – Ketua Barisan Patriot Bela Negara (BPBN) Lampung barat, Regar menilai Polres Lampung Barat lamban dalam menindaklanjuti masalah penganiayaan terhadap panitia wisuda Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Dirinya sangat mengecam perilaku oknum penganiayaan terhadap panitia wisuda Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

“Jika dibiarkan berlarut tanpa kejelasan masalah tersebut berpotensi menimbulkan persoalan yang jauh lebih besar dikemudian hari,” terang Regar kepada jurnalis Online DIKSINUSANTARA.

Lanjutnya, Perilaku semacam itu seharusnya bisa cepat ditangani pihak Kepolisian dengan mengamankan pelakunya, bukan malah dibiarkan berlarut dan membuat situasi semakin memanas lantaran tidak adanya kepastian hukum.

Menurut Biro Hukum PSHT Pusat, Mas Mohamad Samsodin, S.H., menjelaskan, jika semua pelaku tindak pidana harus ditindak tegas dan pihaknya akan mendampingi dan mengawal jalannya kasus ini agar segera mendapat kepastian hukum.

“Jika para pelaku pengeroyokan dan pengrusakan itu telah melibatkan organisasi, maka dipastikan pihaknya akan mendampingi secara totalitas dan menuntut kepastian hukum bagi tersangka agar mendapatkan hukuman yang setimpal terangnya,” imbuhnya.

Lebih jauh, Ketua BPBN Lampung Barat tersebut menerangkan kasus penganiayaan dan pengeroyokan menimpa Yoga Warga Pekon Padang Cahya, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, di lokasi wisuda warga baru PSHT tahun 2022 tepatnya di Pemangku Bakal Jaya, Pekon Padang Cahya.

Selain menganiaya Yoga, yang merupakan anggota panitia acara sakral tersebut, pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang itu juga melakukan pengerusakan terhadap atribut PSHT seperti, umbul-umbul dan bendera.

Selain itu, diketahui salah satu pelaku yang dikenali korban yaitu Rf Warga Pekon Hanakau Kecamatan Sukau Lambar, dan merupakan oknum warga dari Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun (PPSHTPM) atau disebut juga Punjer, jelasnya. (Pin)