Kebakaran di Desa Kenali Timbulkan Polemik, Puluhan Warga Kritik Pemkab Lambar

Lampung Barat – Kebakaran yang menghanguskan 2 (dua) rumah warga pekon kenali menyisakan banyak pertanyaan dari masyarakat dari segi kendaraan pemadam kebakaran milik pemda yg seharusnya 24 jam dalam kondisi yang siap secara keseluruhan dari isi air dalam tengki mobil damkar dalam posisi penuh.

Menurut salah seorang warga yang berada di lokasi kebakaran yang minta di rahasiakan identitas nya mengatakan dalam bahasa daerah Lampung “Nyak disan pas awal kejadian agak telat appai mubil na khatong kik seandai na mubil na latap kemungkinan dapok juga padom.

Khik mawat hak separah hijjo kidang injuk na halok mak latap way na,” Arti dalam bahasa Indonesia”saya disana diawal kejadian, agak lama baru datang mobilnya seandainya mobil penuh kemungkinan tidak separah ini kejadiannya namun diduga tidak penuh airnya,” kata warga setempat itu 

Kejadian kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 09:15 wib pagi, hingga api membesar unit pelaksana tugas pemadam kebakaran yg ada di lingkungan kecamatan belalau yg sangat dekat dengan tempat kebakaran hanya berjarak beberapa ratus meter ini kok lambat nyampainya sesampainya juga airnya sepertinya ngk penuh sehingga tidak begitu lama airnya habis keluhnya. 

Lanjut beberapa warga lain juga turut berkomentar, “Belum lagi Satu unit mobil Damkar milik Pemkab Lambar yang ditemukan mogok di Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), satu unit mobil Damkar milik Pemkab ditemukan mogok di Pekon (Desa) Sukarame, tepatnya di dekat jembatan kuning,” Ucap warga dengan raut muka penuh kekecewaan.

Salah satu petugas yang tidak diketahui namanya, saat ditanya di lokasi mengatakan mobil tidak mogok tapi sedang mengisi air.

“Tidak mogok, Kami sedang mengisi air. Ini mobil dari Way Tenong,” singkatnya, Jumat (22/7/2022) 

Namun anehnya, didepan dan belakang mobil plat merah dengan no plat BE 9004 MC yang terparkir di badan jalan nasional itu terdapat Traffic Cone atau kerucut pembatas jalan.

Barnian, warga sekitar mengatakan, kalau mobil tidak mogok pasti ikut membantu memadamkan api di lokasi kebakaran.

Lagian terangnya, kalau memang sedang mengisi air tentu bukan disitu. Karena di lokasi mobil terparkir tidak berada di dekat air yang bisa disedot untuk pengisian tangki mobil.

“Miris, ketika sedang diperlukan seperti ini mobil Damkar malah mogok. Padahal di lokasi api belum padam. Semoga hal serupa tidak terulang lagi, ini PR untuk pemerintah,” ucapnya (pin)